Sebagai penjual parfum, aku sering bertemu dengan para kolektor parfum original.
Dengan berkembangnya skena parfum lokal dan gcc, banyak dari mereka mulai jenuh dengan parfum rilisan baru yang aromanya makin mirip satu sama lain, akhirnya karena kejenuhan itu beberapa dari mereka mulai melirik parfum refill untuk dicoba.
Berawal dari rasa penasaran, banyak dari mereka yang akhirnya beralih memakai refill untuk harian (daily use). Alasannya jelas: hemat dan tetap wangi.
Berdasarkan pengalaman ini, aku ingin membagikan
Guide Transisi ke Parfum Refill.
Panduan ini cocok untuk kalian pengguna parfum original yang belum pernah mencoba refill, atau pernah mencoba tapi kapok karena dapat seller tidak jujur.
Mari kita bedah bersama.
Produksi Parfum Original
Pada dasarnya, komponen semua parfum itu sama: fragrance oil + alkohol + pengawet (opsional) + air (opsional). Mau brand high-end seperti Hermès, brand lokal ternama seperti HMNS, hingga parfum artisan, komposisinya tidak jauh berbeda.
Perbedaan utama brand besar dan yang lain terletak pada nilai branding dan storytelling. Brand besar tidak menjual aroma, mereka menjual konsep / story / branding.
Mereka merancang konsep terlebih dahulu, lalu datang ke fragrance house (rumah parfum) untuk membeli formulasi aroma yang sesuai. Inilah alasan mengapa wangi dari beberapa brand bisa terasa mirip, karena pabriknya itu-itu saja.
Katalog R&D Pabrik: Brand memilih aroma siap pakai dari katalog yang sudah ada (a).
Custom / Twist: Jika punya budget lebih, brand bisa meminta modifikasi pada notes tertentu (misal: racikan dasar "Ocean" dari rumah parfum di-twist agar aroma fresh-nya lebih kuat) sesuai identitas produk yang sudah mereka rancang (b).
Produksi Parfum Refill
Konsep refill ini memiliki beberapa variasi, mulai dari refill sudah jadi dan resmi kemasan pabrik (seperti YSL) hingga racikan fresh langsung di toko (seperti Le Labo).
Konsep toko refill lokal di Indonesia umumnya mengadopsi gaya racik langsung seperti le labo ini.
Fragrance oil yang dipakai toko refill sejatinya berasal dari pabrik yang sama dengan bahan parfum brand besar. Penjual refill biasanya mengambil opsi katalog R&D siap pakai dari pabrik (a).
Pertanyaan tambahan, bisakah toko refill memesan racikan custom ke rumah parfum seperti beberapa parfum branded? Sangat bisa, selama memenuhi kuantitas dan budget minimum produksi pabrik. Sebab pada akhirnya, sumber dari pabrik dan bahan dasarnya memang sama. Yang membedakan hanyalah tingkatan/kasta kualitatif (grade) dari bahan R&D yang dipilih, dan konsentrat chemical aroma yang dipakai.
Fun fact: ada juga lho beberapa toko refill yang fragrance oil nya produksi in house / sendiri.
Jadi bisa disimpulkan parfum original dan refill ini sebenarnya berasal dari sumber yang sama yaitu rumah parfum.
Perbedaan utamanya ada di pola meraciknya, parfum original diracik secara masif dengan bantuan maklon, parfum refill diracik per pesanan dan skala kecil.
Selain itu parfum refill kebanyakan memakai produk hasil R&D internal rumah parfum siap pakai yang dijual secara retail (bukan custom), jadi penjual refill tidak punya kuasa dengan komposisi aroma yang digunakan. Jika dari pabrik dapat yang aromanya linear ya udah linear, jika dapat aroma yang transisinya mulus ya bagus hehe.
Ilmu Yang Diperlukan
Kalau ingin mulai coba parfum refill, mau tidak mau kita perlu tahu dasar-dasar proses pembuatan parfum. Tapi tenang saja, tidak perlu sampai seperti ahli kimia kok, cukup paham dasar-dasarnya saja—seperti bedanya takaran EDP atau EDT, serta bahan-bahan apa saja yang aman untuk kulit.
Kenapa ini penting? Karena pada dasarnya, parfum refill itu adalah parfum yang kita produksi sendiri secara mandiri.
Gampangnya begini: kita membeli bibit wangi (fragrance oil) dan alkohol skala industri, lalu mencampurnya sendiri tanpa melalui jasa pabrikasi/maklon.
Pemilihan Bibit
Untuk pemilihan bibit / minyak usahakan yang masih murni atau belum tercampur apapun. Untuk amannya pastikan beli dari rumah parfum yang sudah resmi di indonesia.
aku ada beberapa rekomendasi:
kelas menengah:
iberchem
parfex
parfarome premium
macbrame
expressions
laverne
labor
keva
kelas atas:
luzi
parfarome exclusive & platinum
welsmel
essences & parfums
graveson
gcf
surrati
dsm firmenich
silahkan sesuaikan dengan budget kalian. Untuk ditokoku sendiri merek diatas ada semua.
Pemilihan Alkohol
Untuk alkohol juga usahakan yanng murni, dan pastikan jenis ethanol food grade / cosmetic grade. Ini wajib ya untuk keamanan pemakaian ke kulit. Untuk komposisi alkoholnya bisa memakai yang 90% - 99%. Sebisa mungkin jangan lebih rendah dari itu supaya minyak wangi bisa tercampur secara sempurna dengan alkoholnya.
beberapa produsen yang aku sendiri pakai ditoko ada:
molindo
merck
new green indotama
pastikan beli di tempat aslinya ya untuk alkohol supaya terjamin kualitasnya. atau beli ditokoku juga bisa.
Proses Peracikan
Untuk peracikan ini bisa sesuai selera. Jangan takut untuk bereksperimen.
Saran dariku. Minyak wanginya jangan lebih banyak dari kadar alkohol. 10% - 50% oil itu sudah sangat cukup.
Jika ingin menambahkan air pastikan air yang digunakan adalah air suling atau air deionized jangan air mineral.
Penambahan air juga jangan terlalu banyak, 20 tetes pipet untuk ukuran 30ml menurutku sudah cukup.
Tambahan
Sebenarnya kita bisa membuat formulasi baru dengan base minyak wangi retail / refill ini dengan menambahkan beberapa bahan mentah, tetapi aku rasa untuk penikmat itu tidak perlu.
Apakah harus pakai alkohol yang sudah diformulasikan? ada banyak alkohol yang sudah ditambah bahan-bahan tambahan seperti ambroxan, BHT, DPG, dll. Jawabannya tidak perlu. Rumah parfum tidak se-bodoh itu memformulasikan fragrance oil retail siap pakai, mereka pasti sudah memikirkan bagaimana produk mereka bisa diracik hanya dengan alkohol saja.
Tapi apakah salah jika memakai alkohol dengan bahan tambahan? tentu tidak. Alkohol ini bukannya tidak berguna, hanya tidak perlu saja. Hasilnya juga tidak beda jauh.
Satu lagi, mengetahui pengetahuan dasar parfum ini sangat amat penting ya supaya kita tidak kena tipu pedagang nakal yang jual minyak wangi + alkohol tidak resmi. Takutnya nanti malah kena masalah kulit jika kita asal beli.
Terima kasih,
Revangga